fbpx
Ditahun 2022 ini Saatnya UMKM Aplikasikan Konsep Ekonomi Kreatif
Ditahun 2022 ini Saatnya UMKM Aplikasikan Konsep Ekonomi Kreatif

Ditahun 2022 ini Saatnya UMKM Aplikasikan Konsep Ekonomi Kreatif

Pandemi global CVD-19 telah mempengaruhi banyak bidang kehidupan. Yang paling terdampak adalah sektor kesehatan dan ekonomi. Dalam perekonomian, akan terjadi perubahan perilaku bisnis Kebersihan, sentuhan rendah, populasi rendah, Dan Mobilitas rendah Secara tidak langsung mempromosikan konsep ekonomi kreatif. Inilah pentingnya UMKM dalam ekonomi kreatif.

Konsep ekonomi inovatif merupakan upaya mengembangkan usaha ekonomi dengan menitikberatkan pada gagasan, inovasi dan pengetahuan masyarakat. Di era epidemi, konsep ekonomi inovatif dapat diadaptasi dengan mengadaptasi pemasaran produk untuk beradaptasi dengan karakteristik bisnis.

Konsep ekonomi inovatif memang cocok diterapkan oleh semua pelaku ekonomi, salah satunya UMKM. Konsep ini merupakan solusi tepat untuk memulihkan perekonomian akibat wabah tersebut. Selain itu, sektor UMKM didukung oleh bantuan pemerintah.

Pada saat wabah, fokus pemerintah pada sektor UMK harus difokuskan pada pelaku UKM. Banyak jenis bantuan pemerintah untuk sektor UMKM antara lain:

  1. Subsidi listrik

Subsidi listrik merupakan salah satu subsidi pemerintah untuk keluarga, usaha kecil dan menengah. Bantuan ini tersedia dalam bentuk diskon pembelian listrik gratis. Program ini menyasar pengguna 450 VA, 900 VA, dan prabayar 900 VA.

Besaran subsidi listrik yang diberikan pemerintah kepada masyarakat didasarkan pada listrik. Untuk pendaftar 450 VA pascabayar, pemerintah mensubsidi listrik gratis. Sementara itu, pelanggan pascabayar 900 VA dan 900 VA prabayar akan mendapatkan diskon 50%.

Ada beberapa cara untuk mendapatkan subsidi pemerintah ini, antara lain dengan mengunjungi website pln.co.id dan memasukkan ID pelanggan atau nomor loket Anda. Bisa juga diunduh di WhatsApp Chat 0812-2123-123 atau di aplikasi PLN Google Play dan App Store.

  1. Dukungan keuangan untuk pemasok jalan dan tenda

Bantuan tunai untuk Penyedia Jalan dan Bangku atau BTPKLW ini digagas oleh pemerintah untuk membantu para pengusaha khususnya di sektor usaha kecil antara wabah Kovenan-19. Bantuan tersebut didistribusikan kepada sekitar 1,2 juta donatur tunai kepada 1 juta pengusaha.

BTPKLW diberikan kepada pengusaha PPKM Level 4 dan belum memperoleh BPUM (Banpress Usaha Mikro Produktif). Bantuan tersebut berfungsi sebagai kompensasi kerugian ekonomi akibat sanksi. Selain itu, dalam upaya menggerakkan perekonomian ke tingkat yang lebih rendah.

Dalam pelaksanaannya, pendataan penerima BTPKLW akan dilakukan oleh TNI dan POLRI, yang selanjutnya akan didistribusikan oleh Babinsa/Bhabinkamtibmas. Diharapkan bantuan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat semaksimal mungkin. Keduanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk mengembangkan usahanya.

  1. Banpres bagi Usaha Mikro Manufaktur (BPUM)

Program BPUM merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di masa epidemi Covenant-19. Bantuan ini diberikan kepada pelaku UMKM yang terdaftar sesuai standar Kemenkop UKM.

Persyaratan calon penerima adalah warga negara Indonesia, bukan ASN, dan memiliki usaha mikro dalam surat rekomendasi kepada calon penerima BPUM. Surat rekomendasi dapat diperoleh dengan mengajukan proposal kepada Instansi Pengusul: Dinas Koperasi dan UKM Daerah/Woreda/Kota serta Bank-Bank Terdaftar OJK.

Sama halnya dengan BTPKLW, dana BPUM sebesar 1,2 juta. Dalam praktiknya, pemerintah menargetkan hingga 12,8 juta penerima bantuan ini. Penerima yang memenuhi syarat berhak atas 1,2 juta BPUM.

  1. Pinjaman Bisnis Manusia (KUR)

KUR merupakan salah satu program pemerintah untuk memajukan UMKM. Program KUR disediakan oleh lembaga keuangan dengan persyaratan yang terjamin. Diharapkan sektor usaha yang produktif dan layak melalui program KUR dapat meningkatkan persyaratan untuk memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank.

Program KUR bertujuan untuk meningkatkan suplai keuangan dan memperkuat permodalan UMKM. Oleh karena itu, pemerintah mensubsidi biaya bunga pinjaman modal kerja. Dengan adanya program KUR, kami berharap para pelaku bisnis tidak perlu terlalu khawatir dengan sumber modelnya.

  1. Gerakan Nasional Bangga oleh Gernas BBI

Gernas BBI dimulai oleh pemerintah pada tahun Ini tahun 2020. Kegiatan ini mendorong masyarakat untuk bangga menggunakan produk lokal. Salah satu tujuan BBI Gernes adalah memperluas jaringan pemasaran UMKM.

Melalui Gernas BBI, pemerintah mengajak pelaku UKM untuk bergabung dalam platform digital. Penggunaan platform digital memungkinkan produk dari UKM menjangkau pasar yang lebih luas. Harapannya tentu akan membuka peluang besar bagi produk UMKM. Hal ini, pada gilirannya, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

  1. Ekspansi Ekspor Indonesia dalam ASEAN Online Sales Day (AOSD)

ASEAN Online Sales Day (AOSD) dijadwalkan pada 8 Agustus 2020 bertepatan dengan ulang tahun ASEAN. Program ini dikemas melalui pembelian elektronik serentak di 10 negara Asia.

Indonesia menjadi anggota AOSD. Ini merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk membangun citra produk dalam negeri di platform ASEAN. Kecepatan ini juga dapat digunakan untuk memastikan bahwa Indonesia memiliki kekuatan untuk mengirimkan barang dan jasa.

Kehadiran program AOSD diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekspor. Acara ini membuka peluang bagi para pelaku UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan program ini, para pelaku usaha lokal dapat mempromosikan dan mengekspor merek lokal.

  1. Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Salah satu upaya pemerintah untuk merehabilitasi perekonomian Indonesia pasca epidemi Covenant-19 adalah Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PDP). Program ini lahir dari kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor informal dan UMK.

Pemerintah ingin memulihkan perekonomian, tidak hanya dengan memberikan bantuan melalui program PA. Program PEN sendiri mencakup berbagai target, yang secara langsung atau tidak langsung berkontribusi pada pemulihan ekonomi pasca epidemi CVD-19.

Oleh karena itu, tujuan dari program PEEN adalah untuk memulihkan perekonomian nasional dengan meningkatkan pelayanan kesehatan, mendukung wirausahawan, dan mendorong masyarakat Indonesia untuk membeli.

Program PEN bisa dibilang salah satu solusi terbaik untuk upaya pemulihan ekonomi pasca epidemi CVD-19. Karena program tersebut fokus pada sektor-sektor penting yang menunjang kegiatan ekonomi.

Banyak program ekonomi yang digagas pemerintah merupakan upaya pemulihan perekonomian nasional. Program tersebut secara tidak langsung mengajak para pelaku UMKM untuk menerapkan konsep ekonomi kreatif. Selama epidemi CVD-19, kegiatan ekonomi disesuaikan dengan kondisi sosial.